TRUE LOVE
That true love starts somewhere, but we don’t
know where. Itulah ungkapanku tentang cinta sejati. Bahwa ia dimulai di
suatu tempat, tetapi kita tidak tahu di mana, ia mengalir begitu saja.
Terkadang risih mendengar rayuan gombal adik-adik SMA, sungguh cinta tidak
serendah itu, apalagi cinta sejati. Pada hakikatnya yang memberi cinta itulah
yang sejati, namun dengan keluesannya Ia melimpahkan anugah cinta sejati itu
kepada mereka yang memang tulus mencinta, tak berkhianat kepada tercintanya.
Seperti kisah romantis dua jiwa yang terpaut cinta sejati ini. Aku mendapatkan
ceritanya dari fesbuk belum lama ini. Semoga menginspirasi bagi hati-hati Anda
yang dilanda virus cinta palsu.
CINTA SEJATI
Ada sepasang suami istri dimana sang istri adalah seorang wanita yg amat cantik tanpa cacat sedikitpun,
Dan suaminya sangat mencintainya begitu juga dengan istrinya yg sangat mencintai suaminya,
Dihari-hari itu, sedang maraknya tersebar penyakit kulit yang akibatnya merusak keindahan kulit dan wajah sang istri, wajahnyapun mulai hancur,
Digerogoti penyakit dan pada saat itu sang suami sedang berada diluar negeri dan belum mengetahui bahwa istrinya terserang penyakit kulit tersebut,
Dalam perjalanan pulang, sang suami mengalami kecelakaan yang akibatnya sang suami menjadi buta.
Dari hari-kehari, sang isri yang pada mulanya bidadari menjadi jelek menyeramkan, namun sang suami tak bisa melihat dan kehidupan mereka pun, berjalan seperti biasa dengan penuh kasih sayang dan cinta, seperti awal mereka menikah 40 tahun.
Sang istri meninggal dunia, sang suami sangat bersedih dan merasa sangat kehilagan sekali
dipemakaman sang suami orang terakhir yang masih berada di pemakaman sang istri,
ketika berjalan, datanglah seseorang menyapa
"pak bapak mau kemana?
Jawab sang "bapak saya mau pulang"
mendengar jawaban bapak buta dan berjalan sendirian,
orang tersebut sangat bersedih, lalu orang tersebut berkata
"bukankah bapak buta dan selalu berjalan dengan istrinya?
Jawab sang bapak "sebenarnya saya tidak buta, selama 40 tahun saya hanya berpura2 buta agar istri saya tidak minder dan rendah diri"
kalau saya mengetahui bahwa dia sakit dan wajahnya berubah menjadi menyeramkan.
Ada sepasang suami istri dimana sang istri adalah seorang wanita yg amat cantik tanpa cacat sedikitpun,
Dan suaminya sangat mencintainya begitu juga dengan istrinya yg sangat mencintai suaminya,
Dihari-hari itu, sedang maraknya tersebar penyakit kulit yang akibatnya merusak keindahan kulit dan wajah sang istri, wajahnyapun mulai hancur,
Digerogoti penyakit dan pada saat itu sang suami sedang berada diluar negeri dan belum mengetahui bahwa istrinya terserang penyakit kulit tersebut,
Dalam perjalanan pulang, sang suami mengalami kecelakaan yang akibatnya sang suami menjadi buta.
Dari hari-kehari, sang isri yang pada mulanya bidadari menjadi jelek menyeramkan, namun sang suami tak bisa melihat dan kehidupan mereka pun, berjalan seperti biasa dengan penuh kasih sayang dan cinta, seperti awal mereka menikah 40 tahun.
Sang istri meninggal dunia, sang suami sangat bersedih dan merasa sangat kehilagan sekali
dipemakaman sang suami orang terakhir yang masih berada di pemakaman sang istri,
ketika berjalan, datanglah seseorang menyapa
"pak bapak mau kemana?
Jawab sang "bapak saya mau pulang"
mendengar jawaban bapak buta dan berjalan sendirian,
orang tersebut sangat bersedih, lalu orang tersebut berkata
"bukankah bapak buta dan selalu berjalan dengan istrinya?
Jawab sang bapak "sebenarnya saya tidak buta, selama 40 tahun saya hanya berpura2 buta agar istri saya tidak minder dan rendah diri"
kalau saya mengetahui bahwa dia sakit dan wajahnya berubah menjadi menyeramkan.
Sungguh pemandangan yang indah bila
semua orang layaknya dua pasang ini yang memandang indah cinta. Merugilah lelaki
yang melepaskan keindahan akhlak seorang wanita hanya karena keindahan wajah
wanita lain. Ya Allah limpahkan cinta sejati kepada kami, yang dapat menuntun
kami dekat kepada-Mu. J


0 komentar: